![]() |
| "Dampingi Anak Kita Jangan Sampai Salah Melangkah" |
Pendidikan sering dianggap mata uang yang berlaku baik di segala masa maupun di
segala tempat. Anda yang memiliki pendidikan yang matang dan menerapkannya,
tentu mendapat banyak sekali keuntungan dalam hidupnya. Anda mudah mencari
kerja, bersosialisasi, mengetahui mana garis benar dan juga salah serta lainnya.
Banyak hal yang dinikmati oleh manusia buah dari sebuah pendidikan. Mungkin
pepatah sebelumnya cukup layak dikatakan untuk sebuah pendidikan, terutama di
jaman modern dan serba maju seperti sekarang ini.
Zaman yang seperti ini
menuntut setiap anak untuk bisa berpikiran jauh ke depan dan mengetahui langkah
kedepannya meski hanya melihat. Secara psikologi hal tersebut memanglah tidak
mungkin, namun faktanya dengan pendidikan yang benar banyak anak yang bisa
berpikiran dewasa dan memiliki pendidikan yang matang. Umumnya seorang anak
memiliki pendidikan awalnya untuk bekal hidup dan melihat dunia, berasal dari
lingkungan terdekatnya yakni keluarga.
Untuk anak, keluarga bukan hanya sekedar
saudara atau orang yang memiliki satu darah sama dan memiliki DNA yang sama.
Namun keluarga merupakan satu-satunya tempat untuk anak-anak berlindung dan
mempertahankan diri dari hal yang membahayakan. Mereka mungkin hanya bisa
menilai mana hal yang menakutkan atau tidak, bukan hal yang baik dan buruk. Anak
akan bisa berpikir baik dan buruk tergantung dari didikan atau binaan keluarga,
yang notabene merupakan lingkungan terkecil, terdekat dan juga orang-orang yang
paling didengar oleh anak-anak. Begitupun masalah pendidikan Berikut ini, 10
peran keluarga dalam pendidikan anak :
1). Menjadi Guru
Guru tak hanya ditemukan
di sekolah, mereka yang bisa mengajar orang lain merupakan guru. Namun, ada guru
yang dianggap baik karena mengajarkan hal baik atau justru sebaliknya. Peran
pertama keluarga tentu menjadi guru bagi sang anak, dimana anak ketika membuka
mata. Maka keluargalah yang membantu menjelaskan apa yang anak lihat, hingga
mereka beranjak menjadi anak-anak yang sudah mengerti akan hal di dunia. Namun
peranan keluarga tidak berhenti juga, setiap anggota pasti bisa dan mungkin
menjadi guru dari anggota lain yang masih anak
2). Menjadi Teman
Siapa yang
mengatakan bahwa pendidikan yang kaku dan aneh bisa menjamin anak tersebut
memiliki pendidikan yang baik dan pribadi yang juga baik. Orang tua bisa
berperan menjadi teman ketika berbicara mengenai pendidikan anak. Pihak keluarga lainya pun seperti itu, dimana
mereka bisa saja membiasakan diri untuk menjadi teman anak-anak dalam belajar.
Seringkali anak merasa takut dan malas jika belajar diawasi dengan keluarga,
terutama mereka yang sudah bersekolah dan sudah tahu akan suasana sekolah serta
teman. Jadilah teman mereka dalam mengenal lingkungan dan belajar ketika
dirumah.
3). Seorang hakim
Selain menjadi teman atau guru, keluarga juga bisa
menjadi seorang hakim bagi anak tersebut. Hakim disini dimaksudkan bahwa mereka
harus bisa membantu menentukan hal yang anak-anak tidak mengerti atau tidak
ketahui. Terutama demi kebaikan anak tersebut dan orang banyak. Selain itu, ada
juga hal yang paling fatal jika peranan ini tidak dilaksanakan, dimana anak
mungkin tidak tahu dengan jelas mana hal yang diperbolehkan atau tidak
diperbolehkan oleh keluarga.Terkadang menjadi hakim merupakan hal utama yang
dibutuhkan dalam sebuah keluarga.
4). Pengawas
Sebagai keluarga, mengawasi
merupakan fungsi utama dari keluarga untuk anak. Dimana pengawasan merupakan hal
utama yang harus dilakukan bahkan sampai anak sudah menjadi dewasa, bahkan
hingga anak sudah siap melepas diri atau mandiri. Namun sayangnya beberapa pihak
keluarga terkadang terlalu berlebihan dalam mengawasi anaknya hingga mereka
tidak bisa berkembang dengan baik, bahkan anak cenderung tertutup dan tidak
senang bersosialisasi dan belajar akan hal baru. Cobalah buat batasan dengan
jelas tanpa menyebabkan kerugian pada anak-anak
5). Mengontrol dan Mengatur
Waktu Anak
Mengontrol dan mengatur anak-anak mungkin menjadi hal buruk bagi
sebagian orang, namun kontrol diharuskan dalam pendidikan anak. Memang hal
tersebut adalah peranan keluarga yang dilakukan sejak awal. Sejak dini anak-anak
harus diatur dan didisplinkan untuk bisa mengatur waktu dengan baik, sehingga
besar nanti mereka akan terbiasa dengan hal yang teratur. Nah, mengatur anak
merupakan salah satu peran keluarga dalam pendidikan yang bisa diterapkan pada
anak-anak.
6). Merangkul Anak
Merangkul anak mungkin terdengar mudah, namun
kenyataanya bahkan hingga anak dewasa dan telah meninggalkan keluarga inti untuk
menikah. Banyak keluarga yang tidak bisa saling merangkul. Terutama jika mereka
terbentur masalah keluarga seperti merawat orang tua atau masalah warisan dan
harta. Kasih sayang merupakan salah satu hal yang bisa diajarkan pada anak oleh
pihak keluarga, terutama keluarga inti seperti ayah, ibu dan kakak atau adik.
Merangkul anak menjadi peranan besar yang dibutuhkan anak dari keluarga. Mereka
yang tidak tahu dunia luar, pasti membutuhkan rangkulan keluarga.
7). Membimbing
Anak
Apakah penting keluarga membimbing anak ? jawabannya sangatlah penting.
Kepribadian dan jalan pikir setiap anak berbeda. Mungkin ada beberapa anak yang
masih bisa bertahan di keadaan yang sangat tidak baik, namun ada juga anak yang
terpengaruh jika tidak dibimbing kearah yang lebih baik. Membimbing anak
merupakan hal utama yang harus dilakukan setiap orang tua, atau keluarga.
Membimbing anak memang gampang-gampang mudah, dimana anak-anak merupakan tahapan
dari perkembangan manusia dan belum tahu apapun, sehingga mereka harus diberikan
bimbingan dan juga arahan agar tidak mengenal hal yang salah.
8). Membantu
Rencana Pendidikan Anak
Pendidikan merupakan gerbang utama untuk mendapatkan
kehidupan yang lebih baik. Meskipun ada faktor lain yang mempengaruhi, banyak
juga yang menganggap bahwa pendidikan merupakan poin utama untuk bisa menggapai
kehidupan yang lebih baik selanjutnya. Begitupun pilihan pendidikan pada
masing-masing anak. Membantu rencana pendidikan anak merupakan poin selanjutnya
peran keluarga untuk pendidikan anak. Mereka mungkin merasa bingung dan tidak
tahu dengan pilihan, memang pilihan kembali pada masing-masing anak. Namun orang
tua berhak memberikan penjelasan atas masing-masing pilihan mereka. Misalnya
anak memilih untuk berkarir dan bercita-cita menjadi Pilot atau Masinis.
Silahkan anda jelaskan kelebihan dan kekurangan keduanya tanpa memaksa mereka.
Hal ini merupakan peranan yang paling dibutuhkan oleh banyak anak-anak.
9).
Membangun Sosial Anak
Membangun lingkungan sosial anak merupakan hal yang paling
dibutuhkan dalam keluarga. Banyak anak yang harus menghadapi keluarga yang
hancur atau berantakan, dan hal tersebut berpengaruh pada sosialisasi anak dan
kepribadian mereka. Selain itu, membangun sosial bisa berasal dari sikap
keluarga ke sesama anggota ataupun pada anggota di keluarga besar. Dengan
bersikap baik tentu anakpun akan mengikuti untuk membangun dunia sosial yang
baik juga.
10). Menciptakan Lingkungan Baik
Menciptakan lingkungan yang baik
merupakan poin terakhir yang diberikan sebuah keluarga. Ikan hias akan berasal
dari kolam ikan indah, namun ikan paus berasal dari lautan luas. Anda bebas
memilih ingin memberikan lingkungan yang baik atau tidak pada anak-anak. Namun
resiko haruslah anda tanggung, ketika mereka harus menghadapi lingkungan yang
tidak baik. Terutama jika mereka masih usia sangat belia dan harus menghadapi
hal yang dianggap belum sanggup ditanggung seorang anak. Sehingga, usahakanlah
anda menciptakan lingkungan yang baik ketika ada seorang anak tumbuh di tengah
keluarga anda. Peran Keluarga Dalam Pendidikan Anak sebenarnya lebih besar
dibanding ke sepuluh poin diatas. keluarga bisa dikatakan sebagai hal
membahagiakan yang bisa didapatkan oleh manusia. Hanya keluarga yang bisa
memberikan pendidikan terbaik, pelajaran terbaik dan kasih sayang terbesar pada
manusia. Khusunya anak-anak yang masih belum tahu seperti apa dunia dan belum
bisa menentukan dengan jelas harus melakukan apa mereka, atau harus memilih hal
yang baik dan buruk secara tepat. Demikian penjelasan terkait Peran Keluarga
Dalam Pendidikan Anak.
Nonton Film yoooooo!

No comments:
Post a Comment